>5 ‘Mitos’ Tentang Alay dan Kenyataannya! (texs 2)

>

1. Orang alay kLo cHaT pa5t1 tuLi5aNnY4 g3d3 k3ciLzZzZ, p’koQnY kY 9iNi Lh, 9auLzZz meNzZz!!!!!!!!!!!!!1

Kenyataannya:
Benar, meskipun belakangan sudah mulai jarang…

Tulisan s’pRt1 ni3 memang ‘warisan’ dari jaman Friendster, jaman *piip* Online, jaman Nokia N Series masih sangat booming juga, sekitar pertengahan 2004 hingga awal 2008.

Jaman-jaman segitu mungkin masih dibilang unik, bahkan imut. Tetapi jaman sudah berubah, seiring cara pandang orang-orang jaman sekarang. Tulisan seperti itu dianggap ‘merusak mata’ dan bahkan ‘memutar otak’ untuk membacanya.

Tetapi sekarang para alay sudah mulai ‘sadar’. Sudah jarang tulisan 9de kciLz ditemukan.
Hanya saja, penyingkatan hingga tulisan sulit untuk dibaca, sok imut, serta pe-lebay-an kata masih bisa dirasakan.

Contoh:
Aku —> aq, aky (aki mobil kali… atau aki-aki?)
Saya —> sy (sy maknanya juga bisa berarti ‘say’)
Gw —> w, g, ge, guw (g maknanya juga bisa berarti ‘gak’)
Dia —> dya (apa salahnya sih menggunakan ‘dia’? jumlah hurufnya sama ini)
Mereka —> mrk (merek?)
Kita —> qta, qt (qta? qta qutawa?)
Kalian —> kly, kln, klyn (klien?)
Gak Tahu —> gtw, gaq tw

2. Orang alay biasanya ponselnya dibawah 1 juta, atau kameranya masih VGA, atau ponsel bundling operator, atau ponsel second, atau ponsel china/merek lokal tidak jelas.

Kenyataannya:
Tidak ada hubungan antara ke-alay-an dengan kepemilikan ponsel/telepon genggam.

Setiap orang mempunyai taraf hidupnya masing-masing.

Tetapi banyak juga kok alay yang ponselnya 2 juta keatas, tetapi casingnya ditempelkan stiker-stiker khas alay sok keren seperti gambar tengkorak, ganja, atau jari tengah.

Isinya?
Pictures —> foto narsisan up to 300 or more images, dari mulai pose nungging hingga memakai kacamata hitam sambil mengacungkan jari tengah (padahal cengdem); ataukah foto narsis yang diedit dengan menambahkan tulisan ‘pRiNceSz’ dan ditambahkan mahkota tidak jelas (diedit sendiri dengan menggunakan Microsoft Paint, bahkan minta di-edit orang lain)?
Untuk foto di Friendster/Facebook tentunya!

Music —> lagu-lagu khas abg alay sok keren, biar dibilang keren, gaul, rock, metal, emo, romantis, whatever serta ‘dalem’, dari mulai PeeWee Gaskins hingga The Virgin; paling-paling hasil minta dari teman via bluetooth/minta dari operator warnet terdekat.

Video —> video lagu-lagu cengeng atau khas abg alay yang pengen dibilang keren; padahal juga hasil minta via bluetooth.

Notes —> puisi cintod bikinan sendiri, biar dibilang romantis atau ‘daleeeem’. Mungkin buat di bulletin di Friendster/notes di Facebook. Entahlah murni hasil bikinan sendiri atau ada unsur copy paste ‘terinspirasi’ ataukah juga menggunakan bahasa-bahasa sok imut dan lebay?

Kamera 2-5 mpix hanya untuk narsis?

Baru-baru ini, kabarnya para alay sudah mulai menyentuh BlackBerry dan iPhone.
*hanya ‘menyentuh’ ataukah ‘tersentuh’ ingin membeli BlackBerry dan iPhone, dan sedang memikirkan bagaimana caranya memeras orang tua?*

Justru ponsel-ponsel yang fiturnya hanya SMS dan telepon itu kebanyakan dimiliki oleh orang-orang yang lebih mengetahui fungsi ponsel yang asli; yaitu SMS dan telepon.

3. [No SARA] Alay biasanya berasal dari kalangan agama tertentu.

Kenyataannya:
Kebanyakan alay bersikap seperti orang tidak mengerti agama dan agnostik (masih ragu-ragu tentang keberadaan Tuhan dan kebenaran-Nya)

Banyak alay yang kerjaannya hangout, nongkrong, hingga lupa waktu bahkan lupa ibadah.

Alay juga isi otaknya harta dan seks.

Pengutil di toko-toko, tukang peras, preman, dan perampok kebanyakan dari kalangan alay.

Mereka yang seks di luar nikah juga kebanyakan dari kalangan alay yang masih kurang mengerti agama.

Bahkan sebagian kalangan alay malah menganggap keren seni-seni yang mengarah ke pemujaan setan, penodaan unsur-unsur agama, serta atheisme!

4. Alay nongkrong di mall.

Kenyataannya:
Tergantung mallnya.

Ciri-ciri mencolok mall yang banyak alaynya: banyak counter ponsel/pulsa dan penjual cd/dvd bajakan; biasanya mall yang sasaran pengunjungnya kalangan dari kelas menengah ke bawah.

Tetapi kalau menurut pengalaman pribadi, sepertinya alay sudah mulai ‘mengenal kemajuan teknologi’ seperti internet dan LAN, dimana mereka lebih sering ditemukan di warnet-warnet.

Kalau warnet game, biasanya bermain Audition AyoDance (game online yang paling dikenal di kalangan alay, sebab banyak lagu pop melayunya) *maaf buat para AyoDancer, tetapi memang kenyataannya seperti itu*
Ketika bermain, menekan tombol keyboard dengan keras/tanpa perasaan/merusak, seenaknya.

Kalau warnet browsing, biasanya sekitar mengakses situs-situs jejaring sosial seperti Friendster atau Facebook, dan melakukan aksi alay mereka. Atau download konten-konten dari internet yang mengarah ke alay atau sok keren. Atau juga chatting dengan bahasa dan tulisan gaya alay dan topik yang mengalay.

Bahkan penulis pernah menemukan salah satu warnet di Serang, dimana terdapat beberapa pelanggan (sepertinya alay) yang tertangkap sedang berduaan (tiap komputer ditutupi semacam penghalang) dan sepertinya sedang berbuat mesum!

Beberapa ciri warnet yang banyak alaynya diantaranya adalah tombol keyboardnya banyak yang lepas/rusak, spasinya jungkat-jungkit, serta penat dan bau rokok.

5. Kebanyakan alay memakai baju-baju distro abal-abal (biasanya Diery)

Kenyataannya:
Alay sepertinya lebih identik dengan kaos-kaos band-band metal/hardcore/rock, padahal ditanya sejarahnya atau lagu-lagunya tidak tahu. Hanya suka gambarnya saja dan karena ingin dibilang gaul/keren. (kecuali kaos hasil sumbangan atau tidak ada kaos yang lain lagi)

Alay juga lebih identik dengan kaos-kaos dengan gambar-gambar khas alay sok keren seperti tengkorak, ganja, atau jari tengah tidak jelas.

Alay juga identik dengan kaos-kaos dengan tulisan-tulisan Bahasa Indonesia sok keren, termasuk tulisan-tulisan sok Bahasa Inggris padahal penulisannya dan grammarnya salah atau maknanya tidak jelas. Misalnya kaos-kaos dengan tulisan ‘p4niti4 h4ri ki4m4t’ atau ‘perset*n loe semua’, atau untuk versi sok Bahasa Inggris misalnya kaos bertuliskan ‘I LAVE YOU FOREVER MY LAVE’. (jangankan tulisannya yang salah, maknanya kalimatnya saja basi abis)

#Alay = orang yang norak, kampungan (sifatnya, bukan orang yang tinggal/berasal dari kampung), dan malu-maluin serta ‘hina’ (bukan Love Hina! bukan Hinagiku Katsura jg!)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: